Senin, 17 Agustus 2020

Jarak Bukan Masalah, Belajar Tetap Asyik melalui Blog

 



    Sekilas mengingat PBM di tahun ajaran 2019/2020, tepatnya bulan Maret 2020 kami melakukan PBM melalui HP. Pertanyaan saya, bagaimana kita mengetahui pemahaman siswa? Bagaimana menasihati/menegur siswa yang kurang rajin? Semua campur aduk dalam pikiran saya, hari demi hari mencari solusi. Ternyata semua bisa diatasi. Kami harus siap dengan perubahan ini. Semua ini terjadi karena Covid-19. Apakah dengan terus menyalahkan Covid-19 masalah PBM akan beres dengan sendirinya? Tentu tidak jawabannya. Nah, kreativitas guru lah saat ini yang dibutuhkan untuk solusi PBM daring. Akhirnya saat itu saya putuskan untuk mengajar melalui WAG. Walaupun hanya melalui WAG, tetapi saya harus mengajar dengan sepenuh hati seperti saat di dalam kelas.


    Di tahun ajaran baru 2020/2021 ini, saya harus mempersiapkan pembelajaran yang menarik bagi siswa. Berbeda dengan tahun ajaran sebelumnya yang hanya melalui WAG, kali ini saya melaksanakan PBM melalui Blog dan WAG. Semua materi saya tulis melalui blog pribadi saya. Di situ saya juga menampilkan beberapa video dari youtube yang bisa dilihat oleh siswa untuk mendukung materi yang sedang dipelajari. Kenapa saya menggunakan blog? Agar tulisan saya ketika mengajar tetap bisa terbaca sampai kapanpun. Tentunya akan menjadi kenangan tersendiri buat saya yang pernah mengajar melalui blog di masa pandemi Covid-19. Lalu bagaimana cara saya jika ada siswa yang belum bisa memahami materi melalui blog tersebut? Cara saya adalah menjelaskan kepada mereka melalui pesan suara di WAG. 

  Selain tulisan dan video, tak lupa juga selalu saya sertakan gambar dalam blog pembelajaran. Dengan tujuan siswa merasakan pembelajaran yang menarik dan tidak membosankan. Terkadang saya juga melatih mereka untuk mempraktikkan nilai-nilai Pancasila di rumah. Saya suruh mereka untuk membuat videonya, ada juga rekaman suara untuk membaca teks tertentu. Saat membuka blog, saya meminta mereka untuk berkomentar dengan menuliskan nama. Jadi mereka semakin semangat ketika sudah bisa mengisi kolom komentar. Walaupun begitu, ada juga yang tidak bisa. Sudah saya mengajari mereka, tapi namanya anak-anak dan mungkin HP mereka juga berpengaruh, jadi saya memakluminya jika terpaksa mereka tidak bisa mengisi kolom komentar.

    Setiap pagi sebelum memulai pembelajaran, saya menyapa anak-anak, mengabsen mereka, lalu mengajak berdoa. Saya selalu mendoakan mereka agar tetap sehat dan bahagia/ceria. Di tengah mereka belajar, saya juga memberlakukan adanya istirahat. Biar mereka tidak jenuh, maka setelah selesai belajar satu atau dua mata pelajaran, mereka istirahat terlebih dahulu. Setelah itu baru dilanjutkan lagi belajarnya. 

    Nah, yang menjadi kendala di sini ada beberapa siswa yang HP-nya masih gabung dengan orang tua mereka. Di mana orang tua mereka bekerja sampai sore atau ada yang sampai malam. Saya pun memberikan kelonggaran pada mereka, untuk belajar setelah orang tuanya pulang. Setiap hari saya suruh mereka untuk mengirimkan foto  saat belajar. Selain untuk dokumentasi saya, mereka juga berlatih disiplin dan tanggung jawab. Terlepas dari usaha saya mengajar mereka melalui blog dan WAG, saya juga membuat WAG khusus untuk orang tua siswa. Jadi saya koordinasi dengan orang tua siswa untuk mengawasi dan mendukung anak-anak dalam belajar dari rumah.

    Untuk pengumpulan tugas, saya menetapkan hari Senin dan Kamis. Dengan aturan absen nomor 1-10 saya beri waktu jam 8 pagi. Selanjutnya absen nomor 11-21 saya jadwalkan jam 9. Pengumpulan tugas pun tetap menerapkan protokol kesehatan.  Saya memang tidak menyuruh mereka mengumpulkan tugas melalui WA ataupun blog, melainkan menuliskan di buku tugas mereka. Ini saya terapkan agar tidak membebani mereka yang rumahnya masih susah signal. Berbeda dengan tugas harian, saat ulangan saya menggunakan google form karena nilai siswa bisa langsung terekap. Jadi bisa menghemat waktu mengoreksi ulangan siswa. Untuk menggunakan google form saya belajar dari youtube.

    Saya juga melakukan video call  dengan siswa. Selain mengetahui kabar mereka, juga untuk melatih mereka percaya diri. Kalau di kelas biasanya saya meminta mereka untuk presentasi di depan kelas. Sekarang harus diganti dengan video call. Mereka pun semangat bisa berbicara dengan gurunya melalui video, walaupun ada juga yang gerogi saat berbicara melalui video. Ada aja tingkah mereka, tetapi saya tetap bangga terhadap mereka. Namanya juga anak-anak, biarlah mereka tetap pada keunikan alami mereka. Kami hanya mendidik dan membimbing mereka agar kelak menjadi generasi penerus bangsa yang sukses dan tangguh, serta berakhlak mulia.


    Itulah pengalaman mengajar saya melalui blog dan WAG di masa pandemi Covid-19 ini. Jadi jarak bukan masalah, belajar tetap asyik melalui blog. Semoga tulisan saya ini bisa menginspirasi guru di sekolah dasar.

 

Selamat membaca

Salam literasi



Anik Sudarwati, S.Pd.
SD Negeri Pelemgede 02
Email: zhee.anix22@gmail.com

19 komentar:

  1. Balasan
    1. Siap..terima kasih selalu untuk motivasi yang luar biasa ini..🥰🥰

      Hapus
  2. Tetap ada kendala tapi bisa diatasi ya..keren

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bunda, karena semua butuh proses untuk menjadi lebih baik lagi..
      Terima kasih sudah berkunjung bunda 🌹🌹

      Hapus
  3. Balasan
    1. Terima kasih Bu Ai sudah berkunjung, tetap jaga silaturahmi walau lewat rumah maya ya bu 🤗🤗

      Hapus
  4. Inspiratif, saya masih berkeinginan, Ibu sudah menjalankan. Jadi pengin diuraikan langkah2 pembelajaran melalui blog. Jadikan tulisan tersendiri dong, BU.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mari semangat jadi guru blogger kreatif dan inspiratif bapak, semoga segera terlaksana..

      Terima kasih saran bapak, untuk saat ini saya masih fokus mengelola blog saya ini pak.

      Hapus
  5. https://aniksudarwati22.blogspot.com/2020/08/jarak-bukan-masalah-belajar-tetap-asyik.html peserta lomba blog nomor 96

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Omjay, semua ini juga berkat pengalaman menulis bermasa Omjay dkk

      Hapus
  6. Saya mau coba juga memberi tugas lewat blog untuk kegiatan literasi peserta didik. Tks atas berbagi pengalamannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ok, semangat ya ibu. Semoga berhasil dan anak-anak senang belajar melalui blog..

      Hapus